Masihkah ada?

Hati yang baik.. sekecil apapun itu, akan selalu berarti bagi mereka.

Pagi ini kujumpai sosok bapak tua yang memanggul barang dagangannya di bahu sebelah kanan dengan bambu panjang. Pertama muncul di hadapanku, kuamati dia dengan seksama. Logikakulah yang pertama berjalan. Bukan perasaan. Aku menganalisis umurnya, berat yang ditanggungnya. Umurnya sekitar 65 tahunan ke atas, lalu berat yang ditanggungnya tak dapat kupastikan. Hanya terlihat dia memindahkan posisi panggulan dari bahu kanan ke bahu kiri. Pertanda bahwa bahu kanan itu sudah cukup lelah untuk menahan beban.

Samar kudengar suaranya meneriakkan kata: “we”.. Saat itu aku bertanya-tanya, apakah yang sedang dijualnya? Berulang kali kudengar teriakan kecil itu, dan masih tak mendengar jelas ucapan yang keluar dari mulutnya. Barulah, setelah dia berjalan menjauh dan semakin jauh, perasaanku mulai bermain. Kasihan. Apa yang dapat kulakukan untuknya? Apa yang kupunya saat itu?

Aku punya uang. Yang dapat kulakukan adalah membeli barang dagangannya. Semakin lama berpikir, bapak tua semakin jauh dari pandangan, dan aku makin bergolak. Saat itu juga aku berjalan cepat mengejarnya. Setengah berlari. Dalam hati aku berkata dalam hati: “Tunggu, Pak.”

Akhirnya aku mendapatinya. Dia melihat ke arahku: “Ada apa Neng?”. Napasku yang masih tersengal-sengal, pupus melihat senyum ramahnya. Aku balas senyum. Tak tau mau bilang apa karena aku tak tau apa yang dijualnya.

“Bapak jual apa?” tanyaku

“Jual kue..” jawabnya dengan suara pelan yang hampir tak kudengar.

“Oh, saya mau beli”

Tangan tua itu gemetar..

===============================================

Apa yang gw dapet hari ini luar biasa. Walaupun gw pagi ini lupa bawa kunci kantor sehingga ga bisa masuk, tapi ternyata gw dapat hal lain dari itu. Bener ya, di balik setiap masalah pasti ada hikmahnya. Membangkitkan hati yang baik itu ga gampang. Ada aja halangannya.

Hal yang paling dekat di lingkungan kita adalah para pengemis jalanan dan para pengamen. Lalu apa yang terlintas di pikiran kita ketika melihat mereka. Setiap orang berbeda, bahkan tergantung juga dengan kondisi yang kita hadapi saat itu (istilah lainnya: tergantung mood). Terkadang bukan pikiran yang baik yang muncul, tapi malah rasa curiga.

Ada ucapan seorang Guru yang pernah kudengar:

” Ketemu pengemis, kalo mau kasih ya kasih. Kalo ga mau kasih ya ga usah kasih. Tapi jangan karena rasa pelitmu itu, kamu mulai mencari-cari kesalahan mereka. Berpikir bahwa mereka hanya menipu, berpikir bahwa mereka pemalas dan sebagainya. Bagaimanapun, kamu hidup lebih baik dari mereka. Bangkitkan hati yang baik ”

Tapi kemudian, orang yang bijaksana juga akan mempertimbangkan kebaikan bagi orang-orang itu. Jika dengan memberi, uang itu malah digunakan untuk membeli barang-barang yang merugikan, toh yang lebih baik adalah tidak memberi.

So, dengar kata hatimu…

3 responses to “Masihkah ada?

  1. Trenyuh,.,..sekaligus bingung juga kalo mau kasih GEPENG dijalanan tuh soale saya pernah lihat seoran pengemis itung duit kok gocapan-nya banya banget…tak bandinging dompetku banyakn dia, trus kadang kalo liat udah ngemis tapi kok dengan asiknya merokok bikin gak iba.sebenere kasihan ama anak2 yg di exploitasi pihak tertentu.

  2. kalo bisa bantu lewat materi, ya kasih..
    kalo gak bisa juga… kan bisa lewat doa…
    masalahnya orang kayak gw doanya suka
    gak mujarab juga… capek dey…

  3. @dwi Yanto : yaa, sebagian dari mereka adalah korban eksploitasi.. tapi kita ini, ga bisa ngapa2in😦
    @nuna : Ah merendah lo.. nuna rendah hati ya??πŸ˜› (bayar lo gw puji!!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s