Lumpur

Lumpur Lapindo. Topik yang udah lama jadi pembicaraan dan ga akan pernah bosen untuk dibicarakan. Sepertinya sudah setahunan lebih kasusnya, tapi sampe sekarang belum kelar juga.. dan ga tau apakah akan kelar apa ga (?) *pesimis*.

Semalam aku menghadiri acara pemutaran dokumenter lumpur lapindo dan diceritakan garis besar mengenai kasus tersebut.

Jadi, aku punya temen yang pengen banget liat secara langsung keadaan di porong sejak semburan lumpur. So, dia pergi sendirian k sana dengan modal nekat dan uang secukupnya tentunya yah. Sesampainya di sana dia bener-bener diterima secara welcome oleh para volunteer dan tinggal di posko2 yang ada di sana.

Sebenernya apa sih masalah awal dari semburan lumpur ini? Hanya masalah casing. Yang sebenernya ga seharusnya terjadi. Jadi Lapindo itu melakukan pengoboran sejauh 4 km ke dalam permukaan bumi. Seharusnya (layaknya) sisi-sisi pengeboran (lubang) itu ditutup (diberi kasing di sekelilingnya sehingga gas ga merembes dan nyembur ke luar. Tapi demi menghemat ongkos dan uang yang katanya bisa milyaran (walaupun sebenernya apalah arti milyaran dibanding pendapatan mereka), Lapindo ga melakukan prosedur casing yang seharusnya dilakukan. Alhasil yah kayak sekaranglah keadaan desa2 disana. Bahkan gw dikasih liat foto2 yang menampilkan lumpur2nya udah setinggi tiang listrik dengan muncratan lumpur kira2 150.000 m3/hari.

Dan kemana para warganya? Mereka semua ngungsi k posko2 dan tempat pengungsian lain dengan harapan Lapindo akan mengganti uang mereka. Hari demi hari berlalu dengan harapan, harapan dan mimpi-mimpi yang tak kunjung terang. Dan boro2 itu terelasisai. Beli casing aja pelit apalagi mau bayarin semua ganti rugi. Ih keselllll deh kalo liat orang-orang kapitalis yang ga tau diri itu. Ga punya hati.. Ampooonn dah. Mikirnya cuma uang untuk diri sendiri ajaaaaa..
Bahkan akibat bencana ini, mental2 generasi muda kita juga jadi bobrok. Mereka putus sekolah, putus asa, pesimis, ga punya semangat, pasrah, dll, dll, dll, dll.

Sedih banget deh pas liat video dokumenternya.. Desa2 yang indah awalnya, sawah-sawah yang hijau, kini udah tergenang lumpur semua. Hal-hal yang kayak gini tuh selalu aja menimpa orang kecil.

Kalo udah liat gini, kerasa deh susahnya kita di sini ga ada apa-apanya dibandingkan penderitaan mereka. Dan apa yang telah kita lakukan untuk mereka? Do Nothing. Cuma iba dan kasian. Emangnya iba dan kasian bisa ngurangi penderitaan mereka? Emangnya iba dan kasian bisa ngurangi lapar dan sedih mereka? Gw jg ga tau deh kita bisa apa.. Tapi sekecil apapun bentuk kepedulian akan sangat berarti bagi mereka.

Makanya kita wajib bersyukur.. Hari ini masih bisa makan enak dan tidur nyenyak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s