Miris

Baru aja abis ngobrol sama salah satu temenku yang saat ini tinggal di J-City. Dia nanya2 tentang temennya yang mau buka bisnis yang menurutku gilaaaaa.

Jadi, bisnisnya adalah:

Membawa orang-orang dari kampung-kampung miskin ke J-City, kemudian dijadikan pengemis (disediakan tempat tinggal dan sarapan), kemudian tiap2 pengemis tersebut harus setor uang ke “pebisnis” tersebut sebanyak 30-50 ribu rupiah per hari.

Opini gue: Ini adalah salah satu contoh bentuk pengeksploitasian manusia.

Tanya: Tapi kalo tuh orang-orang kampung emang mau sendiri tanpa dipaksa?

Jawab: Ya udah. Trus ngapain harus dikoordinasi dan ngapain harus nyetor uang segala? Kalo emang niatnya mau bantu orang-orang yang miskin, ya berikanlah pekerjaan yang layak. Tapi yah kalo niatnya aja emang dah ga bener, ….

Ih, miris bener denger kisah-kisah kayak gini..šŸ˜¦

4 responses to “Miris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s