vivie

Archive for the ‘coba pikir deh’ Category

Pengaruh Iklim

In coba pikir deh on Mei 27, 2008 at 2:45 am

Fiuhh! Akhir-akhir ini gw ketemu orang-orang yang punya tingkat bad mood tinggi. Hasilnya.. gw kena ’semprot’ sana sini deh..

Mood dari orang-orang yang ada di sekitar kita juga bisa mempengaruhi kita loh. Bisa bikin kita jadi ikut-ikutan nggak mood. Mungkin yah, dalam satu tahun, cuti dibutuhkan sekitar 1 bulan untuk pemulihan (lagi-lagi asal mikir).. Yah, ini emang maunya gw :D

Om Do

In coba pikir deh on Desember 21, 2007 at 6:11 am

Sekarang ini makin banyak orang-orang yang mulai membuat tulisan-tulisan yang menyudutkan hal tertentu dan tulisan-tulisan ini justru malah banyak dikunjungi orang. Padahal, isinya lebih banyak tulisan yang membabi-buta tanpa ada penalaran yang masuk akal.

Sebenernya gw males banget bahas yang kayak ginian. Cuma gw juga dah mulai bete dengan segala sesuatu yang selalu mendeskreditkan. Inilah itulah, segala hal dipojok-pojokan. Toh sebaiknya kita benahi dulu dalam diri kita barulah mengomentari yang di luar dengan bijak, bijak, dan bijak. Tidak bisakah kita berpikir positif? Berpikirlah positif oh Teman! Berpikirlah dengan bijaksana. Jangan hanya melihat dari sisi negatif…

Susah Senang Susah Senang

In Curhat, coba pikir deh on Desember 21, 2007 at 5:00 am

Susah.. senang.. siapa yang rasa dan siapa yang menimbulkan? Kita sendiri toh. Semua terletak pada bagaimana kita menyingkapinya. Semua timbul karena pikiran kita. Kita sendiri yang sesungguhnya menciptakan rasa seang dan rasa sedih. Gw sering ketemu dengan orang-orang yang kalo ketemu susah seolah dialah orang yang paling menderita di dunia, padahal sebenernya itu cuma masalah kecil yang dibesar-besarkan gitu loh.

Rasanya udah nggak jamannya lagi berkeluh-kesah dengan terlalu berlebihan. Mengingat masih banyaknya orang-orang yang lebih susah daripada kita. Ini bukan berarti kita ga boleh sedih loh. Tapi caranya itu yang perlu diperhatikan. Pelampiasan kesedihan kita.

Sebaiknya apapun yang kita lakukan membawa kebaikan bagi banyak orang, sebisa mungkin :D

2 Sisi

In coba pikir deh on Desember 11, 2007 at 7:26 am

Permasalahan yang kita hadapi, seharusnya bisa dilihat dari 2 sisi. Pertama, dari sisi kita. Dan yang kedua adalah dari sisi orang lain.

Jika kita melihat dari sisi pertama, kita akan menjadi “buta” dan egolah yang menjadi dominan. Sedangkan jika kita melihat dari sisi orang lain, kita akan lebih bijak dan lebih baik.

Contohnya: dompet kita dicopet.

Kalo melihat dari sisi “gue”, kita akan lebih tidak menerima.

“Di dalam dompet itu ada KTP ‘gue’”

“Di dalam dompet itu ada KTM ‘gue’”

“Di dalam dompet itu ada ATM ‘gue’”

“Di dalam dompet itu ada kartu kredit ‘gue’”

“Di dalam dompet itu ada duit ‘gue’”

Semua karena ‘gue’.

Coba liat dari sisi sebaliknya.

“Fiuhh ya sudahlah. Gw ikhlasin. Semoga tuh duit bermanfaat bagi yang nyopet. Semoga bisa ngurangin beban dia. Sebenernya gw agak ga rela sih, tapi ya sudahlah.”

Dari sisi yang kedua ini, penderitaan kita akan berkurang ketimbang yang pertama.

Ga banyak orang yang bisa memberi. Semoga kita menjadi salah satu di antaranya. :D

Cuti Itu Penting!

In coba pikir deh, kerja on Desember 10, 2007 at 7:52 am

Menurut gw, cuti itu sangatlah penting. Karena rutinitas selama 1 tahun bekerja sangat membutuhkan cuti sebagai pemulihan jiwa. Cee ii leee..

Karena itulah tiap tahun, ada baiknya para bos di segala penjuru memberikan cuti selama 2 minggu. Kalo ngeliat para bos, mereka bekerja ga ada henti dan semangatnya tinggi. Ya iyalah, penghasilan dia gede gitu loh. Terang aja dia semangat. Apalagi jatuh bangunnya perusahaan, makan nggaknya istri dan anak ada di tangan dia, terang aja dia semangat kerja. Bahkan hingga subuh kalo perlu. Tapi masalahnya kadang bos-bos itu ga bisa ngertiin bawahan. Mereka berpikir bahwa bawahan bisa seperti mereka sampe lembur-lembur segala. Fiuhh. Kasian deh para bawahan.

Coba deh bos-bos ngertiin maunya bawahan. Kalo emang kerjaan banyak, mbok cari pegawai baru. Jangan pelit-pelit donk. Trus bawahan tuh dikasih cuti yang cukup buat buang stress.

Hahaha, gw kalo mikir emang seasalnya. Asal seneng aja :D

Cinta Itu Buta ?!

In coba pikir deh on November 21, 2007 at 8:30 am

Banyak orang bilang:

“Cinta itu BUTA”

Tapi bagi saya, cinta itu tidak buta. Orang yang terlibat di dalamnya lah yang BUTA :)

Princess

In Opini, buku, coba pikir deh, uneg-uneg yang bikin eneg on November 1, 2007 at 2:21 am

princess.jpg

Ini adalah salah satu buku yang udah selesai gw baca. Princess. Kisah tragis putri Kerajaan Arab Saudi (kisah nyata). Salah satu buku yang gw rekomendasikan untuk dibaca.

Buku ini dituturkan (bersumber) dari salah seorang putri Kerajaan Arab Saudi bernama Sultana (nama disamarkan oleh pengarang). Sultana bercerita tentang masa kecilnya dimana ayahnya tidak menyayanginya dan selalu pilih kasih dengan saudara laki-lakinya. Semua kebaikan selalu diberikan kepada anak laki-laki. Sultana juga membeberkan banyak kisah-kisah tragis yang menimpa para perempuan Arab Saudi. Antara lain adalah perempuan-perempuan di sana dipaksa menikah oleh orang tua mereka (dijodohkan). Jadi ketika sang putri menginjak usia tertentu, sang ayah akan mulai mencarikan jodoh untuknya. Dan kebanyakan dari mereka dinikahkan dengan laki-laki berusia lanjut (60 tahunan ke atas!!). Yang dipikirin orang tua bukanlah bagaimana sang anak bisa bahagia, melainkan bagaimana meluaskan kekayaannya. Kisah tragis menimpa Sarah (kakak perempuan Sultana). Dimana dia dipaksa menikah dengan laki-laki tua berumur 60 tahunan yang hanya menjadikan Sarah sebagai sasaran perilaku seksualnya yang brutal!! Bahkan parahnya sang ayah justru membela laki-laki tersebut (sang menantu) dengan berkata bahwa seorang istri adalah milik suaminya dan adalah hak suami untuk memperlakukan sang istri sesuai keinginannya. Hmm kebayang deh bagaimana Sarah melalui hidupnya hari demi hari seperti di neraka sehingga akhirnya dia mau bunuh diri.
Kemudian dikisahkan pula bagaimana perempuan selalu dianggap bersalah dalam setiap kasus yang terjadi. Di buku ini diceritakan tentang seorang anak gadis yang baru berusia belasan tahun diperkosa beramai-ramai oleh teman kakak laki-lakinya yang mabuk. Dan apa yang terjadi adalah pengadilan memutuskan bahwa perempuan tersebutlah yang bersalah. Hal ini dikarenakan pengadilan sangat mempercayai kesaksian dari pihak laki-laki. Dimana para lelaki yang memperkosanya menebarkan fitnah bahwa perempuan inilah yang pertama kali menggoda. Ga masuk akal!! Dan akhirnya perempuan ini harus melahirkan di penjara. Setelah melahirkan, dia harus dihukum mati.

Dikisahkan juga bahwa ada beberapa perempuan yang masih harus mengalami siksaan berupa lemparan batu (dirajam). Ada juga kisah dimana teman Sultana harus mengalami hukuman kurungan rumah (ditempatkan di ruang kosong atap rumah dan diberi makan seadanya) hingga akhirnya menjadi gila dikarenakan dia berpacaran dengan laki-laki bule semasa dia kuliah di inggris. Lalu ada juga teman Sultana yang harus menerima hukuman dari keluarganya sendiri yaitu berupa hukuman mati dengan cara tangan dan kaki diikat lalu direndam ke dalam kolam air hingga mati. OH!! Tragis!!

Dikisahkan juga tentang beberapa tenaga kerja wanita di sana yang hanya dijadikan budak seks bagi majikan dan terkungkung tidak bisa keluar dari rumah majikannya.

Sultana selalu menginginkan kebebasan bagi para perempuan Arab Saudi. Salah satu ucapannya:

Dari sekarang, aku mulai hidup, bernafas dan merencanakan dengan diam-diam perjuangan untuk hak-hak perempuan di negeriku sehingga kami bisa hidup lebih bermartabat dan dapat memenuhi kebutuhan personal yang selama ini menjadi hak laki-laki sejak lahir

Semoga ia ataupun penerusnya mampu merealisasikannya. Sultana juga menyadari bahwa jalan masih panjang bagi para perempuan Saudi untuk memperjuangkan hak mereka dan memperoleh martabat yang sama dengan kaum laki-laki.

Baca tulisan ini, bener-bener bikin emosi naik turun. Kesel, marah, heran campur aduk deh di gw. Kok ada ya kisah kayak gini. Bahkan orang tua sendiripun menjunjung tinggi hukum-hukum tertentu yang menurut gw udah ga relevan untuk diterapkan di masa seperti sekarang ini. Dan setelah membaca ini, gw merasa sangat beruntung tidak terlahir di sana. Dan gw juga merasa berterima kasih atas apa yang telah diperjuangkan oleh Kartini sehingga saat ini para perempuan Indonesia bisa memiliki kebebasan.

I Don’t Like Monday

In Curhat, Opini, coba pikir deh, heran, kerja, uneg-uneg yang bikin eneg on Oktober 29, 2007 at 7:46 am

Bener deh..

Kenapa hari senin itu tuh terasa sangat mem-bete-kan?

ada beberapa alasan versi gw:

  1. Setelah hari minggu libur dan nyantai, rasanya males banget pas senin pagi harus bangun pagi2
  2. Gw heran, kenapa pada hari senen tuh y, terminal bus jadi rame. Angkot jadi penuh. Padahal di akhir pekan semua terlihat sepi. Apakah kebanyakan orang hanya bekerja di hari senin? Ataukah kebanyakan orang hanya onTime di hari senin??
  3. Kerjaan seperti menumpuk di hari senin. Hal ini dikarenakan bos gw tetap bekerja di hari sabtu dan minggu. Jadi kerjaan2 tetap ditumpuk ke gw
  4. Waktu seperti lama sekali berputar. Apakah bumii memang bergerak lambat di hari senin?
  5. Temen-temen juga terlihat sibuk, sehingga tak ada waktu untuk diajak bicara
  6. Rumah makan juga jadi rame! Aneh.
  7. Terasa hari kerja masih banyak. Masih ada selasa, rabu, kamis, dan jumat.
  8. Ah ngeluh aja deh lo!!

Penjual Yang Jujur

In Curhat, bandung, coba pikir deh, kerja on Oktober 27, 2007 at 3:08 am

Selamat Pagi!

Eh, ini hari sabtu y? Ya, saya ini memang karyawan sejati yang berbakti dan berdedikasi tinggi pada perusahaan. Ha3. Ngaku2 ga tau malu. Tapi sebenarnya ini disebabkan karena saya harus mengganti hari-hati cuti saya yang indah dulu dengan bekerja di hari sabtu, bahkan Minggu!

Akhir-akhir ini kota Bandung diguyur hujan. So, mau kemana-mana harus sedia payung. Sebelum pembicaraan ini semakin jauh dari topik bahasan, mari segera tutup pembicaraan yang tidak perlu.

Pagi ini, saya sempatkan mampir di toko kue. Mata tertuju pada martabak telor yang terlihat lezat.

“Pak, saya mau yang itu!” ujar saya.

“Wah itu kue kemaren neng..”

Ooops! Saya kaget.. baru kali ini ketemu penjual yang jujur. Jadi inget dengan teman saya yang juga penjual jujur yang akhirnya diomel atasannya atas kejujurannya. Waktu itu, teman saya ini dapat tugas untuk jagain kue jualan. Suatu ketika ada seorang tante yang nanya:

“Ini kuenya udah berapa hari ya? Kok kayaknya dah lama?!”

“Hmm, sekitar 3 hari-an kali y?!” jawab temen saya itu.

Huahaha.. Atasannya yang denger itu langsung keki. Bego amat katanya. Jualan kok ‘polos’ gitu. Trus teman saya bilang:

“Saya nggak mau bohong. Masa bilang itu kue baru!”

Lalu, atasannya bilang:

“Siapa yang suruh kamu bohong?! Lain kali kalo ditanya gitu sama yang beli, jawab aja: ‘Ya Tante kira-kira sendiri aja itu udah berapa lama’”

Hihihi, bener juga sih. Itu kan ga berbohong. :D

A K U

In Curhat, coba pikir deh, heran on Oktober 20, 2007 at 2:34 am

Pagi ini, si Bos yang baru pulang dari Australia, tiba-tiba mewawancarai gw tentang apa sih yang gw kejar dalam hidup ini? Apa sih motivasi gw kerja di perusahaannya? Dan gw yang sok rendah hati ini menyatakan bahwa gw bukanlah orang yang ambisius mengejar segala jenis target. Sang Bos tertawa-tawa dengan tatapan mata yang heran. Mungkin dia pikir:” Kok masih ada ya orang bego kayak gini di dunia yang ‘indah’ ini?”. Huahahaha.. Perasaan gw aja. Hmm…

Lalu gw mulai bertanya-tanya dengan diri gw sendiri. Vie, pengen kaya ga?

Pengen dunks.

Trus kalo udah kaya ngapain??? Pengen sukses?

Iya.

Trus kalo udah sukses dan kaya ngapain? Beli ini itu.. Nikmati ini itu sampai ajal menjemput…?? Serasa sebagai somethings yang menghabiskan waktu.

Hmm.. kalo sukses dan kaya, lo bisa bantu banyak org. Bisa memberi lebih banyak ke orang lain.

Yahh.. T-E-O-R-I nya sih begitu. Tapi kenyataan di lapangan adalah semakin banyak yang dimiliki, ingin lagi, ingin lagi, ingin lagi. Toh manusia itu pada dasarnya ga pernah puas. Dan untuk urusan memberi? Mungkin juga malah jadi pelit.

Kemaren juga gw ngobrol sama si bubbye_boo. Berikut kutipann percakapan kami: huahahaha si bubbye bisa muntah darah ngeliat tulisannya disadap di sini. hihihi. Ga papa lah ya. Biar lo tenaran dikit.

(14:42:14) bubbye_boo: vie..impian km apa
(14:42:25) bubbye_boo: ato tujuan hidupmu
(14:42:27) gw: jadi penulis
(14:42:38) gw: kamu apa?
(14:42:49) gw: pengen jadi ibu rumah tangga yah? :) )
(14:43:22) bubbye_boo: penulis apa?
(14:43:34) bubbye_boo: fiktif r non fiktif?
(14:45:42) gw: apa aja
(14:45:53) gw: kamu mau jd apa?
(14:46:07) gw: cieee.. kita kayak anak2 yg lagi saling nanya cita2
(14:46:37) bubbye_boo: dokterr!!
(14:46:44) bubbye_boo: hehehe mana mgkn yah
(14:47:06) bubbye_boo: pengen lebih bermakna dlm menjalani hidup
(14:47:08) gw: aku jg pernh pengen bisa akupuntur
(14:47:13) gw: ah ga jelas
(14:47:21) bubbye_boo: kaya Jang Geum dunk
(14:47:39) bubbye_boo: ak takut bgt sm kematian

Itu pointnya.. Kita ingin ini, ingin itu tapi kalo ga ingat kematian. Percuma. Semua cuma untuk hidup yang sekarang ini (yang singkat!). Kalo besok tiba-tiba mati?? Apa yang bisa kita bawa? Harta? Teman dan Keluarga? Hahaha.. Bahkan tubuh ini pun tidak akan terbawa..

Sebenernya kita ini punya 4 istri/suami. Kalo di posisi gw, berarti gw punya 4 suami. Lalu kemanakah mereka mengantar ketika kematian datang menjemput?

suami 1 : mengantar hanya sebatas pintu rumah (inilah harta kekayaan kita)

suami 2 : mengantar hingga di ujung jalan (inilah teman-teman)

suami 3 : mengantar hingga di kuburan (inilah keluarga dan kerabat dekat)

suami 4 : mengantar hingga ke dalam liang kubur (inilah badan jasmani)

Terkadang tanpa disadari, kita menghabiskan begitu banyak waktu untuk mengejar banyak hal untuk memenuhi keinginan si ‘aku’. Melakukan banyak hal buruk untuk ‘aku’. Lantas apakah ‘aku’ ini?

Idola? Fans?

In Curhat, coba pikir deh on Oktober 5, 2007 at 1:41 am

Apa seh arti idola? Seseorang yang kita kagumi..

Ada 3 tipe (3 jenis) rasa kagum:

1 Kagum begitu aja

2 Kagum setelah mengetahui kualitas-kualitas yang dimilikinya

3 Kagum dan ingin seperti dia (ingin menjadi seperti sosok yang kita kagumi tersebut)

Lalu, termasuk kagum yang manakah anda terhadap idola anda?

Dulu waktu jaman-jaman SMP, gw ngefans berat sama Jimmy Lin. Gw koleksi semua foto-foto, film, dan barang-barang apapun itu yang ada gambar dia. Hal ini bermula dari temen gw yang punya buku dengan sampul cowok cakep menurut gw. Dan dia adalah Jimmy Lin. Gw sampe pesen ke temenku itu bahwa kalo bukunya dah habis, tuh sampul buku harus dikasih ke gw.. (Gw ga peduli bahwa dia harus belajar bahan-bahan ujian dari buku yang tanpa sampul). Hihi. Trus dia bilang, bahwa udah ada satu cewek yang juga nge-fans sama Jimmy Lin udah mesen juga. Aku sampe mohon2 sama tuh cewek.. Eh tuh cewek, malahan sampe sekarang jadi temen akrab deh sama gw.

Kalo sekarang dipikir2, ya ampon gw dah ngabisin banyak waktu dan energi banget buat itu. Buat menuhin kemelekatan ke Jimmy Lin. Hmm, cape deghh kalo ngebayangin masa-masa itu.

Dan, beberapa bulan lalu, aku juga kembali melakukan hal yang sama. Tapi ga segila pas suka sama Jimmy Lin. Waktu itu gw lagi demen sama Drama Korea “My Girl”. Suka sama alur cerita dan juga suka sama pemeran utamanya (hahaha.. konyol.. kalo diinget sekarang baru deh kerasa malu2in dan baru kerasa konyolnya). Eh ternyata indosiar mengundang pemeran utamanya ke Indonesia dan bahkan memberikan kuis dimana para pemenangnya diperkenankan untuk hadir di acara tersebut. Gw sih awalnya iseng aja tuh ikut quiz-nya. Dapet sukur, ga dapet ya mogok makan nasib.

Besoknya (satu hari setelah ikut quiz), gw liat di pengumuman, ada pemenang namanya vivi. Itu kan gw!!! Ya ampon gw langsung heboh sendiri. Hampir semua gw kasih tau..

Alhasil tibalah di hari H. Dimana gw dengan pe-de mengajak Ratna dan Phia untuk menemani gw ke studio Indosiar. Sampe di sana, gw baru menyadari bahwa bukanlah gw yang memenangkan quiz itu. Tapi nanggung ah, jauh2 dari bandung udah ke jakarta, sapa tau gw bisa masuk GRATISSS!! hahaha.. Namun, temen gw yang dua orang itu ga tahan mau pulang. Ya udah deh, akhirnya aku menunggu sendirian bersama para penggemar2 Lee Dong Wook yang rame abiezzz. Sedangkan gw, calm abiezzz (hahaha). Gw sangat amat terlalu menghindari kamera. Takutnya temen-temen dan emak gw di kampung liat gw dan bilang: “ya ampon gw sekolahin lo jauh2 bukan buat aneh2 yaa!!”.
Ga lama kemudian, dateng deh tuh LDW pake mobil BMW (kalo ga salah). Setelah itu, gw masih harus nunggu lamaaaaa untuk bisa masuk. Di detik2 akhir gw dah nyerah dan milih untuk pulang aja, eh ga taunya di detik2 akhir itulah kita semua yg ga punya tiket bisa masuk. Huahahaha.. Asik juga sih ikut syuting itu. Kocak gitu.. Ga nyesel sih..

Apa yang gw dapet?

Hmm, ngeliat para fans itu loh. Semangat mereka bener-bener ga luntur. Ketawa, tereak, mohon-mohon biar dikasih masuk, nyerobot-nyerobot, lari-lari. Gila-gilaan deh liat mereka. Gw ga ikutan loh “bangga*. Dan gw bener-bener terharu ngeliatnya. Sedangkan gw di sana, ga ada aksi banget. Cuma iseng aja.. Tapi seru sih..

Sedikit pesan buat para penggemar apapun itu. Bila suatu hari nanti idola kalian datang ke Indo, padahal kalian ga punya tiketnya, datang aja dulu. Pasti selalu ada space kosong di dalam studio, so masih banyak peluang untuk bisa masuk. Jangan menyerah.. Dan mungkin aja aku akan kembali hadir di antara kalian.. Huahahaha. Gudlak

Dan pas gw ceritain ke emak dan bapak gw di kampung, mereka sampe muncrat-muncrat ngomelin kenapa gw menghindari kamera. Mereka tonton tuh acara demi ngeliat gw di tipi. Sampe berkali-kali nelpon gw cuma buat nanya posisi duduk gw. Adek gw juga sampe sms gw sambil ngebego-begoin gw yang menghindari kamera. Dan gw tegasin ke mereka waktu itu: “Percayalah! Gw ga akan terlihat di tipi. Gw dah menghindar banget dari kamera dan sepertinya sukses kok”. hihi. *ngelus dada ngebayanginnya*

Btw, elu elu elu pernah ngefans ke sapa aja? Siapa idola kalian? :D

Kok Bisa?

In biasa aja, coba pikir deh, heran, iseng on Oktober 5, 2007 at 1:34 am

Akhir-akhir ini, gw heran. Kenapa blog gw banyak dikunjungi oleh orang-orang asing. Usut punya usut, selidik punya silidik, aku punya hati, apa punya apa, halah, ternyata:
apaan nih?

Aneh.. Apa yang bisa diliat di blog gw?? Semuanya kan asal mikir.. gw blogwalking juga cuma ke tempat anak-anak ilkomerz. Apakah ini disebabkan batu ruby pembawa keberuntungan? Hmm.. Gitu yah?

Selain itu, gw berhasil merekam, counter pengunjung yang angkanya unik menurut gw. Soalnya, kok bisa pas banget ketika gw buka blog gw, kok pas angkanya itu.

666 Lalu ini: 999 .

Kalau dia bahagia, aku …

In buku, coba pikir deh, heran, plok plok plok on Oktober 2, 2007 at 5:07 am

“Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia..”

Tadi gw liat resensi buku (novel) “Autumn in Paris”. Cerita ini ditutup dengan sebuah kalimat sederhana yang mengandung arti yang ‘dalam’:
Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu…

Gw belom baca bukunya sih. Tapi, mmm, hmm, liat dari sinopsisnya.. no comment dulu deh.

Ada ya orang yang bisa gini? Bahagia bila melihat orang lain bahagia? Ada donk. Kalo ga, gila aja nih bumi masa isinya penjahat semua. Tapi kalo udah berurusan sama perasaan (baca: cinta ke satu orang), rasanya ini sulit deh. Karena kita cenderung mencengkeram. Rela gitu ngelepasin asal dia bahagia dengan yang lain?? Ya, rela-rela aja walau dalem hati sesak. Relanya paling2 50%. Hahaha..

Ada lagi..

Aku ada denger lirik lagu yang bunyinya intinya adalah memberikan semua kebahagiaannya pada orang yang dia sayang dan rela menanggung derita orang yang dia sayang. Aku rasa ini gampang diterapin ke oarng-orang yang kita sayang, contohnya ortu kita. Kalo melihat mereka bersedih atau bersusah hati, kita cenderung ingin menggantikannya. Oh, andaikan ya.. ini nih berlaku universal. Bukan hanya tertuju untuk satu dua orang, tapi tertuju untuk semua orang bahkan termasuk musuh kita, oh cantiknya duniaaa

Ketika sedang dalam kesusahan, ketika dalam derita, ketika terpojok, ketika direndahkan, kita berpikir bahwa kita menerima segala beban ini sebagai beban orang lain yang kita tanggung, sehingga orang tersebut terhindar dari derita ini. Kita berharap orang lain peroleh kebahagiaan. Ih bayanginnya aja udah merinding. Kok bisa ada orang kayak gitu?

Ada ga ya orang kayak gitu? Pasti ada..!

Gimana mau ngomong?

In coba pikir deh, heran, plok plok plok on September 28, 2007 at 2:02 am

Ada satu ungkapan yang diucapkan oleh salah satu dosen dari universitas swasta terkemuka di Bandung yang bikin saya manggut-manggut. Beliau ngomong begini:

“Kalo disuruh ngomong kok malah diem? Lah iyalah, wong di otaknya itu kosong. Lalu apa yang mau diomongin?!”

Sebenernya ini merupakan salah satu bentuk protes terhadap para mahasiswa/i sekarang yang lebih banyak diemnya kalo ditanya.

“Apa itu bla bla bla?”

diemm (sunyi…)

“Ada yang tau tentang bla bla bla?”

diemm (sunyi…)

“Ada yang mau ditanyakan?”

diemm (sunyi…)

“Udah ngerti semua?”

diemm (sunyi..)

Yah begitulah kira-kira..

Bermimpilah..

In coba pikir deh on September 22, 2007 at 1:47 am

Kerja di hari Sabtu?

So what?

Hanya untuk menghibur hati..

Sebenarnya, masuk di hari sabtu tuh ga enak. List YM sepi, ga ada yang bisa diajak ngobrol. Lalu, kemudian daripada itu hari Sabtu seharusnya bisa jadi hari yang lebih bermanfaat ketimbang hanya dipake untuk kerja. Fiiuuhh.. *gw ga ngeluh loh, hanya…*

Tahun ini banyak deadline yang mau dicapai. Hidup harus selalu ada target. Kalo ga, hari demi hari lewat tanpa ada makna. Mana yang bener?

  1. pasang target tinggiii walaupun kita pikir bahwa kita ga mungkin mencapainya?
  2. pasang target seadanya, lalu meningkatkan sedikit demi sedikit?

Kalo gw, lebih prefer ke yang nomor 1.

Banyak hal yang terjadi di dunia ini, yang berawal dari mimpi. Bermimpi.. Kita punya potensi yang sangat besar. Tapi kita nggak menyadari betapa besar potensi yang ada dalam diri kita. Hal ini kadang kala tertutup oleh rasa yang tidak pede berlebihan (baca: yang ga penting banget.. hari ini ga pede!). Persepsi nggak bisa diandalkan. Bahkan kita cenderung salah menilai (memersepsikan) diri kita sendiri. Tapi tetep keukeuh bahwa hanya kitalah yang tau diri kita sendiri… ??

Ada juga yang bilang, pasang target tuh ga usah tinggi2. Nanti kalo jatuh rasanya sakit.. Seharusnya, kalo kita udah berusaha maksimal dan telah memanfaatkan semua potensi dengan baik, maka jika target itu ga tercapai, kita akan tetap merasa puas karena kita telah berusaha sebaik yang kita bisa.

Analoginya.. Besok kita ujian. Hari ini kita udah pelajari semua bahan yang ada dan benar-benar memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar. Ketika esoknya ujian, ternyata soal-soal susah dan ujian dapet jelek? Apakah menyesal telah belajar? Harusnya nggak tuh! Wong dah belajar maksimal. Justru kalo kita nggak belajar, malah menyesal.

Kalo pasang target seperti poin nomor 2, kita yang punya kecenderungan malas ini akan lebih banyak menghabis-habiskan waktu kita dan cenderung berleha-leha. Tidak menggunakan potensi dengan maksimal. Dan menyesal di hari tua akankah berguna??