vivie

Archive for the ‘buku’ Category

Bung Karno – Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

In buku on November 13, 2008 at 4:51 am

Penyambung Lidah Rakyat Indonesia by Cindy Adams


My review


rating: 5 of 5 stars
Membaca buku ini, saya seperti berada di masa itu. Seperti melihat sendiri kejadian-kejadian pada masa perjuangan merebut kemerdekaan. Bung Karno adalah sosok yang tampak makin luar biasa di mata saya setelah saya membaca buku ini. Beliau telah melakukan banyak hal, hingga pada akhirnya kita memperoleh kemerdekaan. Perjuangan yang tidak mudah. Berkali-kali diasingkan, berkali-kali hampir terbunuh. Kini saatnya kita sebagai kaum muda meneruskan cita-cita beliau. Bekerja tidak hanya untuk diri sendiri, tp untuk kepentingan orang banyak, untuk INDONESIA.

You, Me & Your Lover : Kabut Cinta di Persimpangan

In buku on Mei 28, 2008 at 3:56 am

Setiap sore, aku selalu menunggu di gerbang sekolah tempatmu bekerja. Aku tahu persis setiap cacat dan goresan di gerbang itu. Kau bergegas menghampiriku seolah seharian itu hanya akulah yang kau tunggu.

Setiap sore, aku selalu memintamu untuk menikahiku, dan setiap sore pula kau selalu berhasil mengalihkan pembicaraan….

Ingatkah kau?

Hari demi hari belalu, bulan demi bulan, sampai suatu hari akhirnya kau berkata, “Ya.” Saat itu salju turun, dan kakiku mati rasa karena beku….tapi aku pulang ke rumah dengan sayap di punggung!

Namun ingatkah bagaimana kau meninggalkanku?

Hari itu langit di atasku runtuh. Betapa nyata perihnya cinta, yang selama ini hanya kutahu dari buku-buku….

Mereka bilang kalau cinta yang tersisa itu akan terus membayangi kita sampai akhir hayat. Agaknya itulah yang terjadi pada Jamshid. Pertemuannya secara kebetulan dengan Shakhnuz, mantan kekasihnya, membuat Jamshid menyadari bahwa api cinta masih membara dalam hatinya. Padahal masing-masing dari mreka berdua kini sudah tak sendiri lagi.

Sontak bayang-bayang masa lalu merayapi benak Jamshid; kisah cinta, kemesraan, sampai pada putusnya hubungan mereka. sudah bertahun-tahun, namun semuanya masih tampak jelas bagi Jamshid, seperti baru terjadi kemarin saja.

Jamshid dapat merasakan bahwa Shakhnuz tidak bahagia bersama pasangannya kini. Ia masih tetap cantik—kecantikan yang sama yang dulu pernah mewarnai hari-hari Jamshid. Namun kini keceriaan dan gairah hidup telah minggat dari wajahnya. Ia menatap Jamshid—tatapan mata penuh harap dari dua bola mata yang dulu begitu penuh gairah sehingga mampu menarik keluar jiwa-jiwa para pria yang memandangnya. Ya, Jamshid tahu bahwa mantan kekasihnya itu tidak bahagia—tidak bahagia sama sekali….

————————————————————————————-

Gw nemu buku ini di Palasari dengan harga 17 ribu saja. Pas baca resensinya gw suka. Tapi oh tapi, ternyata cerita yg ada di resensi itu cuma 1 bab doank. Bab-bab lainnya ceritanya beda2 semua. Uuuhhh mengecewakan aku :(

Padahal aku dah semangat banget baca bab 1. Ya sudahlah, badai pasti berlalu. Loh?

The Kite Runner

In buku on November 6, 2007 at 2:49 am

The Kite Runner

 

Berlatar negara Afganistan pada masa sebelum perang, dimana 2 sahabat ( Amir dan Hassan ) melewati hari-hari mereka dengan banyak kisah menarik. Dikisahkan Amir memiliki sifat dengan segala keterbatasan sebagai manusia biasa (penakut, iri, benci). Dan Hassan adalah seorang yang tulus (yang mungkin udah langka sekarang), apa adanya, dan sangat menjunjung tinggi persahabatan. Mereka berdua berasal dari latar belakang yang berbeda. Amir dari golongan kaya, sedangkan Hassan hanyalah babu di rumah Amir. Namun mereka bersahabat.

Banyak intrik di dalam cerita, apalagi setelah ditambah dengan kisah perang yang mulai menyerang Afganistan. Hassan yang selalu melindungi Amir, melakukan apapun yang diminta Amir. Hassan adalah pengejar layang-layang yang unggul. Ketika di hari kompetisi layang-layang, Amir berhasil menjatuhkan layang-layang lawannya, dan meminta Hassan mengejar layang-layang biru yang berhasil dijatuhkan Amir. Kata Hassan kepada Amir:

“Untukmu, keseribu kalinya”

Hingga akhirnya persahabatan mereka hancur karena pengkhianatan Amir. Memasuki masa perang, mereka semakin terpisah sejak Amir dan ayahnya hijrah ke Amerika.

Dan akhirnya Amir kembali ke Afganistan untuk menebus semua kesalahan masa lalunya. Untuk membayar ‘hutang’ atas semua ketulusan Hassan.

“Masih ada jalan untuk kembali ke kebaikan”

Itu aja deh resensi dari gw. Banyak kok yang udah nulis resensi yang menyentuh sehingga akhirnya gw beli juga nih novel. Gw bener-bener terbawa sama suasana cerita, sampe-sampe gw berpikir cerita ini nih fiksi atau nyata sih? Jawabannya temukan sendiri di novel ini.

Penulis menceritakan semua hal dengan sangat detail dan mendalam. Ceritanya benar-benar menggugah. Gw sampe terinspirasi oleh sikap Hassan yang luar biasa tulus. Dan gw terenyuh melalui tiap kisah di dalamnya. Untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun.

Menggugah!!!!

Dan ternyata, cerita ini juga telah difilmkan. Mau liat traillernya? Klik di sini

Sabtu Minggu

In Curhat, bandung, buku, plok plok plok on November 5, 2007 at 10:14 am

Sabtu minggu kemaren aku jalan2 ke beberapa tempat di bandung. Ya, masih seputar buku. Hari Sabtu, aku pergi ke Toko Buku Ultimus yang terletak di depan UnPas. Di daerah Lenkong Besar Bandung. Sampe di sana, toko bukunya sepi dan hanya ada beberapa orang yang ngerumpi di sana. Masuk ke dalam, aku liat toko ini memang beda sama toko yang selama ini aku kunjungi. Di toko ini banyak tersedia buku-buku dari jaman dulu. Buku-buku yang udah kuno, dan mungkin sudah tidak beredar lagi di pasaran.

Banyak buku-buku yang seharusnya menarik bagi orang-orang penyuka sastra. Aku? Belum memiliki minat serius pada sastra. Sehingga hanya melihat beberapa buku di sana, melihat sinopsis lalu meletakkannya kembali. Hampir satu jam di sana, bukan hanya jari-jariku yang sudah berdebu :) tetapi juga kakiku sudah digigit beberapa ekor nyamuk. Hmm

Secara keseluruhan aku suka toko buku ini. Dia punya konsep tersendiri. Tidak menjual buku yang banyak di pasaran. Tapi beberapa buku juga memang tersedia di toko-toko lain.

Lalu, hari Minggu? Pergi ke toko buku selanjutnya. Hmm kali ini perjalanan sedikit rumit. Cuma dapet info bahwa toko bukunya terletak setelah gedung sate. Padahal aku juga ga tau posisi persis gedung sate. Bermodalkan kenekatan dan sedikit info, aku pergi juga ke tempat itu . Tujuannya adalah Toko Buku Togamas. Sampe di gedung sate ternyata masih harus berjalan jauhhhh. Mungkin sekitar 250 meter. Pas ngeliat gedung sate aku langsung nyeletuk ke temenku:

“Kenapa gedung ini disebut gedung sate?”

“Liat aja bagian atasnya, kayak sate kan bentuknya”

“ooo”

Setelah berjalan beberapa langkah, aku melihat museum geologi. Hmm, jadi ingat kata-kata Eden beberapa waktu lalu. Begini katanya (kurang lebih): “Kalo gw lagi suntuk. Gw biasanya pergi ke museum geologi yang ada di deket gedung sate”. Inget kata-kata itu, aku jadi pengen banget ke sana. Tapi karena tidak punya banyak waktu (pukul 1 siang sudah harus kembali karena urusan lain), maka kuurungkan saja niat ke museum geologi. Semoga masih ada kesempatan lain untuk datang ke sana.

Tiba di Togamas, hmm terkesan. Buku-buku di sana semuanya dijual dengan diskon 15% dan buku-bukunya lengkap (menurutku). Semua buku yang aku cari ada di sana. Dan aku bener-bener puas ada di sana. Namun karena keterbatan waktu, maka harus segera pulang :(

Semoga lain kali bisa ke sana lagi. Mungkin harus menyediakan lebih banyak waktu untuk itu. So, akhir pekan kemaren benar-benar terasa bermanfaat. Menghabiskan sesuatu untuk sesuatu yang lebih berguna ketimbang tidur-tiduran di rumah :)

Princess

In Opini, buku, coba pikir deh, uneg-uneg yang bikin eneg on November 1, 2007 at 2:21 am

princess.jpg

Ini adalah salah satu buku yang udah selesai gw baca. Princess. Kisah tragis putri Kerajaan Arab Saudi (kisah nyata). Salah satu buku yang gw rekomendasikan untuk dibaca.

Buku ini dituturkan (bersumber) dari salah seorang putri Kerajaan Arab Saudi bernama Sultana (nama disamarkan oleh pengarang). Sultana bercerita tentang masa kecilnya dimana ayahnya tidak menyayanginya dan selalu pilih kasih dengan saudara laki-lakinya. Semua kebaikan selalu diberikan kepada anak laki-laki. Sultana juga membeberkan banyak kisah-kisah tragis yang menimpa para perempuan Arab Saudi. Antara lain adalah perempuan-perempuan di sana dipaksa menikah oleh orang tua mereka (dijodohkan). Jadi ketika sang putri menginjak usia tertentu, sang ayah akan mulai mencarikan jodoh untuknya. Dan kebanyakan dari mereka dinikahkan dengan laki-laki berusia lanjut (60 tahunan ke atas!!). Yang dipikirin orang tua bukanlah bagaimana sang anak bisa bahagia, melainkan bagaimana meluaskan kekayaannya. Kisah tragis menimpa Sarah (kakak perempuan Sultana). Dimana dia dipaksa menikah dengan laki-laki tua berumur 60 tahunan yang hanya menjadikan Sarah sebagai sasaran perilaku seksualnya yang brutal!! Bahkan parahnya sang ayah justru membela laki-laki tersebut (sang menantu) dengan berkata bahwa seorang istri adalah milik suaminya dan adalah hak suami untuk memperlakukan sang istri sesuai keinginannya. Hmm kebayang deh bagaimana Sarah melalui hidupnya hari demi hari seperti di neraka sehingga akhirnya dia mau bunuh diri.
Kemudian dikisahkan pula bagaimana perempuan selalu dianggap bersalah dalam setiap kasus yang terjadi. Di buku ini diceritakan tentang seorang anak gadis yang baru berusia belasan tahun diperkosa beramai-ramai oleh teman kakak laki-lakinya yang mabuk. Dan apa yang terjadi adalah pengadilan memutuskan bahwa perempuan tersebutlah yang bersalah. Hal ini dikarenakan pengadilan sangat mempercayai kesaksian dari pihak laki-laki. Dimana para lelaki yang memperkosanya menebarkan fitnah bahwa perempuan inilah yang pertama kali menggoda. Ga masuk akal!! Dan akhirnya perempuan ini harus melahirkan di penjara. Setelah melahirkan, dia harus dihukum mati.

Dikisahkan juga bahwa ada beberapa perempuan yang masih harus mengalami siksaan berupa lemparan batu (dirajam). Ada juga kisah dimana teman Sultana harus mengalami hukuman kurungan rumah (ditempatkan di ruang kosong atap rumah dan diberi makan seadanya) hingga akhirnya menjadi gila dikarenakan dia berpacaran dengan laki-laki bule semasa dia kuliah di inggris. Lalu ada juga teman Sultana yang harus menerima hukuman dari keluarganya sendiri yaitu berupa hukuman mati dengan cara tangan dan kaki diikat lalu direndam ke dalam kolam air hingga mati. OH!! Tragis!!

Dikisahkan juga tentang beberapa tenaga kerja wanita di sana yang hanya dijadikan budak seks bagi majikan dan terkungkung tidak bisa keluar dari rumah majikannya.

Sultana selalu menginginkan kebebasan bagi para perempuan Arab Saudi. Salah satu ucapannya:

Dari sekarang, aku mulai hidup, bernafas dan merencanakan dengan diam-diam perjuangan untuk hak-hak perempuan di negeriku sehingga kami bisa hidup lebih bermartabat dan dapat memenuhi kebutuhan personal yang selama ini menjadi hak laki-laki sejak lahir

Semoga ia ataupun penerusnya mampu merealisasikannya. Sultana juga menyadari bahwa jalan masih panjang bagi para perempuan Saudi untuk memperjuangkan hak mereka dan memperoleh martabat yang sama dengan kaum laki-laki.

Baca tulisan ini, bener-bener bikin emosi naik turun. Kesel, marah, heran campur aduk deh di gw. Kok ada ya kisah kayak gini. Bahkan orang tua sendiripun menjunjung tinggi hukum-hukum tertentu yang menurut gw udah ga relevan untuk diterapkan di masa seperti sekarang ini. Dan setelah membaca ini, gw merasa sangat beruntung tidak terlahir di sana. Dan gw juga merasa berterima kasih atas apa yang telah diperjuangkan oleh Kartini sehingga saat ini para perempuan Indonesia bisa memiliki kebebasan.

Kalau dia bahagia, aku …

In buku, coba pikir deh, heran, plok plok plok on Oktober 2, 2007 at 5:07 am

“Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia..”

Tadi gw liat resensi buku (novel) “Autumn in Paris”. Cerita ini ditutup dengan sebuah kalimat sederhana yang mengandung arti yang ‘dalam’:
Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu…

Gw belom baca bukunya sih. Tapi, mmm, hmm, liat dari sinopsisnya.. no comment dulu deh.

Ada ya orang yang bisa gini? Bahagia bila melihat orang lain bahagia? Ada donk. Kalo ga, gila aja nih bumi masa isinya penjahat semua. Tapi kalo udah berurusan sama perasaan (baca: cinta ke satu orang), rasanya ini sulit deh. Karena kita cenderung mencengkeram. Rela gitu ngelepasin asal dia bahagia dengan yang lain?? Ya, rela-rela aja walau dalem hati sesak. Relanya paling2 50%. Hahaha..

Ada lagi..

Aku ada denger lirik lagu yang bunyinya intinya adalah memberikan semua kebahagiaannya pada orang yang dia sayang dan rela menanggung derita orang yang dia sayang. Aku rasa ini gampang diterapin ke oarng-orang yang kita sayang, contohnya ortu kita. Kalo melihat mereka bersedih atau bersusah hati, kita cenderung ingin menggantikannya. Oh, andaikan ya.. ini nih berlaku universal. Bukan hanya tertuju untuk satu dua orang, tapi tertuju untuk semua orang bahkan termasuk musuh kita, oh cantiknya duniaaa

Ketika sedang dalam kesusahan, ketika dalam derita, ketika terpojok, ketika direndahkan, kita berpikir bahwa kita menerima segala beban ini sebagai beban orang lain yang kita tanggung, sehingga orang tersebut terhindar dari derita ini. Kita berharap orang lain peroleh kebahagiaan. Ih bayanginnya aja udah merinding. Kok bisa ada orang kayak gitu?

Ada ga ya orang kayak gitu? Pasti ada..!