Ada sebuah istilah terkenal:
BURUK RUPA, CERMIN DIBELAH
Yang artinya (sesotoynya gw yah), bahwa kita ini selalu aja nyalahin ‘cermin’, padahal emang ‘muka’ elu kita buruk.
Seringnya kita menyalahkan orang-orang yang ada di sekitar kita, menyalahkan lingkungan, dan lain-lain akan semua keburukan yang telah kita alami selama ini. TANPA pernah melihat diri sendiri.
Sebenarnya tak ada yang salah dengan semua kondisi ekternal yang ada di sekeliling kita. Justru yang harus kita amati adalah kondisi internal. Bagaimana cara kita memandang segala sesuatu dan bagaimana kita menyikapinya. Bahkan kondisi yang paling buruk sekali pun, dapat membuat kita menjadi orang yang paling bahagia bila kita mampu mengendalikan sisi internal kita.
Keburukan yang kita miliki (kemarahan, kebencian, kemelekatan, kesombongan) telah membuat kita jauh berbuat. Bertindak tidak benar. Marah sambil ngebantingin barang-barang (mungkin terobsesi menjadi pegulat), kebencian yang berlebihan terhadap sesuatu, menangis sejadi-jadinya ketika barang kesayangan hilang (tanpa pernah berpikir bahwa ada berapa banyak makhluk yang bahkan sebutir beras pun tak punya), kesombongan karena memiliki banyak kelebihan (tanpa menyadari bahwa akan tiba saatnya napas terhenti dan bahkan semua kelebihan ini tak akan berguna pada saat itu).
LIHAT DIRI SENDIRI! LIHAT DIRI SENDIRI!
Pastilah ada yang salah dengan diri ini, ketika matahari tak terlihat menarik hari ini, ketika bunga yang bermekaran tak tampak indah di mata.
Sungguh luar biasa, kita memiliki begitu banyak kebaikan pada hari ini. Jantung yang masih berdetak ketika kita bangun di pagi hari ini, mata yang masih melihat sinar matahari yang menyengat dan berbagai keindahan dunia di pagi ini.